Berikut adalah skema singkat untuk memahami kapan menggunakan ANOVA dan Kruskal-Wallis serta uji lanjutannya:
| Kriteria | ANOVA Satu Arah (Parametrik) | Kruskal-Wallis (Nonparametrik) |
|---|---|---|
| Tujuan | Membandingkan rata-rata lebih dari dua kelompok | Membandingkan distribusi data lebih dari dua kelompok |
| Jenis Data | Data numerik (interval/rasio) | Data ordinal atau numerik tetapi tidak normal |
| Asumsi Normalitas | Ya (data harus berdistribusi normal) | Tidak perlu normalitas |
| Asumsi Homogenitas Varians | Ya (Gunakan uji Levene) | Tidak perlu homogenitas |
| Contoh Penggunaan | Perbandingan zona hambat antibakteri dari 4 ekstrak | Perbandingan tingkat nyeri pasien dengan 4 jenis terapi |
📌 Jika Hasil Uji Signifikan (p < 0,05), Gunakan Uji Lanjutan (Post Hoc):
| Metode Utama | Uji Lanjutan (Post Hoc) | Kapan Digunakan? |
|---|---|---|
| ANOVA | Tukey HSD | Jika asumsi homogenitas varians terpenuhi |
| Bonferroni | Jika butuh koreksi lebih ketat | |
| Games-Howell | Jika varians tidak homogen | |
| Kruskal-Wallis | Mann-Whitney U | Untuk perbandingan antar kelompok (dengan koreksi Bonferroni) |
📌 Skema Cepat Pengambilan Keputusan:
1️⃣ Cek Normalitas Data
- Normal → Gunakan ANOVA
- Tidak Normal → Gunakan Kruskal-Wallis
2️⃣ Jika Menggunakan ANOVA, Cek Homogenitas Varians (Levene’s Test)
- Homogen → Post Hoc: Tukey HSD / Bonferroni
- Tidak Homogen → Post Hoc: Games-Howell
3️⃣ Jika Menggunakan Kruskal-Wallis dan Signifikan, Gunakan Uji Mann-Whitney U untuk Perbandingan Antar Kelompok
🔹 Kesimpulan:
- Gunakan ANOVA jika data normal & homogen → Post Hoc: Tukey/Bonaverroni
- Gunakan Kruskal-Wallis jika data tidak normal → Post Hoc: Mann-Whitney U